Rinduku, debu.
Tampakkah itu?
Debuku menyatu,
terbang bersama bayu.
Hinggap diantara waktu,
pun jarak yang membelenggu.
Rinduku, bisu.
Terdengarkah itu?
Kala dekap mengais-ngais temu,
harap cemas rindu tak menuju.
Jadilah aku,
rayakan rindu dalam bahasa paling pilu,
dengan melodi paling sendu.
Tirai panggungku,
senyumku.





Tidak Ada Komentar Pada Artikel » RINDU KAWAN-KAWAN
Posting Komentar