Blogroll

Sabtu, 18 November 2017

LENYAP



Kopimu masih pekat
dan tehku masih hangat.

Kita sama-sama menyesap,
duduk disekat oleh jarak.
Kita kembali mengecap;
pahit kafein di secangkir senyap.

Nikmat.
Laknat.
Teman pekat diantara penat.
Kawan pahit dimasa sulit.

Kita terus menyesap
juga mengecap,
hingga pekat dan hangat,
lenyap.

Semua tamat.

Tidak Ada Komentar Pada Artikel » LENYAP

Posting Komentar